RAKORNAS FORCASI 2025: MOMENTUM MEMPERKUAT PERAN STRATEGIS CAMAT UNTUK INDONESIA
Malang, 30 Oktober 2025 — Forum Camat Seluruh Indonesia (FORCASI) kembali menorehkan sejarah penting dalam perjalanan birokrasi pemerintahan daerah dengan terselenggaranya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FORCASI 2025 di Harris Hotel & Convention, Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, kolaborasi, sekaligus konsolidasi bagi para Camat dari seluruh penjuru Tanah Air — dari Sabang hingga Merauke — dalam memperkuat peran strategis camat di era kebijakan desentralisasi dan transformasi digital pemerintahan.
Mengusung tema besar “Peran Strategis Camat dalam Implementasi Kebijakan Astacita di Wilayah Kecamatan”, Rakornas ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa camat bukan sekadar pejabat administratif, melainkan motor penggerak pembangunan dan pelayanan publik di tingkat akar rumput.
Camat Sebagai Garda Terdepan Pelayanan Publik
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal FORCASI, Indra Wardana, S.STP., MAP., menegaskan bahwa peran camat kini semakin krusial di tengah dinamika pemerintahan modern. Camat harus mampu menjadi leader yang tangguh, komunikatif, dan adaptif terhadap perubahan.
“Camat adalah wajah negara di tingkat lokal. Baik buruknya citra pemerintahan seringkali diukur dari bagaimana camat melayani masyarakat,” ungkapnya dalam pidato pembukaan.
Pernyataan tersebut menggambarkan arah baru pergerakan FORCASI: memperkuat kapasitas kepemimpinan camat sebagai figur pelaksana kebijakan sekaligus penggerak pembangunan sosial. Camat dituntut untuk mampu mengintegrasikan program lintas sektor, mulai dari pemerintahan, sosial, hingga ekonomi kerakyatan.
Dari Forum Koordinasi ke Gerakan Nasional
Rakornas 2025 tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, melainkan juga gerakan kebangsaan untuk meneguhkan kembali eksistensi camat dalam sistem pemerintahan nasional.
Melalui forum ini, para camat dari berbagai daerah berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menyampaikan aspirasi mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan—mulai dari keterbatasan anggaran, tumpang tindih regulasi, hingga kebutuhan peningkatan kesejahteraan aparatur kecamatan.
Diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif menghasilkan berbagai pemikiran baru tentang pentingnya penguatan kelembagaan kecamatan sebagai pusat pelayanan masyarakat.
Salah satu topik menarik yang mengemuka adalah bagaimana camat dapat menjadi agen kolaborasi lintas sektor, menjembatani kebijakan pusat dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
Inspirasi dari Daerah dan Semangat Kebersamaan
Salah satu sesi yang paling menginspirasi dalam Rakornas kali ini adalah paparan dari Camat Cirebon yang berbagi kisah perjuangan dalam memperjuangkan batas usia pensiun pejabat administrator ke Mahkamah Konstitusi.
Kisah ini menjadi simbol perjuangan moral para camat di seluruh Indonesia untuk mendapatkan keadilan dan pengakuan atas dedikasi mereka dalam mengabdi bagi bangsa.
Selain itu, sesi motivasi kepemimpinan yang dihadirkan juga memberikan energi baru bagi peserta. Para camat diajak untuk melihat tugas mereka bukan sekadar rutinitas birokrasi, tetapi sebagai pengabdian yang berdampak langsung pada masyarakat.
Momen ini memperkuat tekad bahwa FORCASI akan terus menjadi wadah perjuangan yang melindungi, memperjuangkan, dan menginspirasi para camat di seluruh Indonesia.
Rakornas Sebagai Wajah Profesionalisme dan Solidaritas
Suasana Rakornas 2025 mencerminkan wajah baru birokrasi Indonesia — solid, profesional, dan penuh semangat kebersamaan.
Para camat datang dengan pakaian batik sebagai simbol identitas nasional dan semangat kebanggaan terhadap profesi. Momen kebersamaan ini juga menjadi ruang penting untuk membangun jejaring antarwilayah, mempererat koordinasi lintas daerah, dan memperkuat rasa solidaritas sesama aparatur pemerintahan.
Dengan dihadiri oleh camat dari seluruh provinsi, Rakornas 2025 menjadi bukti bahwa FORCASI telah tumbuh menjadi organisasi yang inklusif, representatif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Harapan Menuju 2026 dan Seterusnya
Menutup kegiatan, Sekretaris Jenderal FORCASI menyampaikan bahwa hasil Rakornas akan dijadikan fondasi strategis bagi penyusunan program kerja tahun 2026.
Program tersebut akan berfokus pada penguatan kelembagaan kecamatan, peningkatan kompetensi aparatur, dan peneguhan posisi camat sebagai pimpinan wilayah yang mandiri dan berdaya.
Rakornas FORCASI 2025 bukan sekadar forum koordinasi, melainkan manifestasi komitmen bersama untuk membangun pemerintahan yang melayani, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
FORCASI terus bertekad menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan masyarakat, membawa suara kecamatan ke tingkat nasional, dan memastikan bahwa dari kecamatan, Indonesia bisa lebih maju.









