FORUM CAMAT SELURUH INDONESIA

Membangun Sinergi Komunikasi Koordinasi Dalam Mengemban Tugas Kepamongprajaan Sebagai Abdi Negara dan Masyarakat

Artikel

Paling SIIP Inovasi Gotong Royong Jumat Bersih di Kecamatan Plaju Palembang

FORCASI — “Paling SIIP”: Inovasi Gotong Royong Jumat Bersih di Kecamatan Plaju, Palembang

Palembang, Sumatera Selatan — Pemerintah Kecamatan Plaju di Kota Palembang menghadirkan inovasi pelayanan publik yang diberi nama Paling SIIP (Pelayanan Administrasi Langsung, Integratif, dan Sistematis, Inovatif, Profesional) yang dikaitkan dengan kegiatan Gotong Royong Jumat Bersih Tingkat Kecamatan di Kelurahan Plaju Ilir. Inovasi ini menjadi bagian strategi kecamatan untuk memperkuat sinergi antara pemerintahan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman melalui gotong royong dan pelayanan terdepan. 

Latar Belakang Inovasi

Pelayanan publik yang cepat, efektif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas dalam tata kelola pemerintahan di tingkat kecamatan. Di tengah upaya memperkuat peran kecamatan sebagai fasilitator pembangunan dan pelayanan masyarakat, Kecamatan Plaju merespons kebutuhan warga akan pelayanan langsung dan partisipasi dalam pemeliharaan lingkungan melalui inovasi Paling SIIP yang diaplikasikan dalam kegiatan Gotong Royong Jumat Bersih di Kelurahan Plaju Ilir. 

Kegiatan Gotong Royong Jumat Bersih ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), pemerintah kelurahan, perangkat kecamatan, serta warga setempat yang bekerja sama membersihkan lingkungan di sepanjang Jalan DI Panjaitan dan kawasan lingkungan sekitar. Partisipasi ini merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong untuk menjaga kebersihan dan kualitas kehidupan masyarakat. 

Konsep dan Pelaksanaan “Paling SIIP”

Paling SIIP adalah inovasi pelayanan yang berlandaskan pada prinsip pelayanan langsung, integratif, sistematis, inovatif, dan profesional. Secara nyata, inovasi ini hadir bersama kegiatan rutin masyarakat yang dikenal sebagai Jumat Bersih, yaitu:

  • Pelayanan langsung di lokasi masyarakat, termasuk layanan publik sederhana yang dapat dilakukan saat warga berkumpul dalam kegiatan gotong royong.

  • Integrasi antarperangkat pemerintahan, mulai dari Kecamatan Plaju, kelurahan, hingga RT/RW dalam memobilisasi warga dan perangkat untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan.

  • Sistematis dan inovatif, di mana kegiatan gotong royong dilaksanakan secara terjadwal dan didukung dengan pendekatan pelayanan yang ramah kepada masyarakat.

  • Profesional, karena seluruh perangkat wilayah memberikan teladan kepedulian melalui partisipasi aktif bersama masyarakat. 

Inovasi Paling SIIP diposisikan sebagai bentuk pelayanan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sebagai media pembinaan masyarakat dalam pelayanan publik, sekaligus sebagai wadah mempererat hubungan antara pemerintah dan warga melalui kerja kolektif.

Dampak yang Dirasakan Masyarakat

Kegiatan Gotong Royong Jumat Bersih yang dipadukan dengan inovasi Paling SIIP menghasilkan beberapa dampak positif nyata, antara lain:

  • Lingkungan yang bersih dan sehat: gotong royong rutin memperbaiki saluran air, got, dan pembersihan sampah di perkampungan. 

  • Peningkatan partisipasi masyarakat: keterlibatan aktif warga, RT/RW, dan instansi pemerintahan memperkuat rasa kebersamaan. 

  • Penguatan nilai saling membantu: kegiatan ini memperkuat tradisi gotong royong sebagai budaya masyarakat Indonesia yang relevan dengan tujuan pelayanan publik yang partisipatif. 

Warga Kelurahan Plaju Ilir menyambut baik kegiatan ini, karena tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan perilaku hidup bersih. Pemerintah kecamatan dan kelurahan seringkali mengajak ketua RT dan RW untuk proaktif mengundang warga serta memastikan pelaksanaan gotong royong berjalan lancar dan berdampak nyata. 

Relevansi untuk Pelayanan Publik di Tingkat Kecamatan

Inovasi Paling SIIP menunjukkan bahwa kegiatan yang sederhana sekalipun — seperti gotong royong kebersihan — apabila dirancang dengan pendekatan yang sistematis dan terintegrasi, dapat menjadi lahirnya pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. FORCASI menilai bahwa Paling SIIP merupakan praktik baik untuk:

  • Menghubungkan pelayanan administratif dengan kegiatan sosial masyarakat, sehingga pelayanan tidak hanya selesai di kantor tetapi dirasakan di lingkungan warga.

  • Memperkuat sinergi antarinstansi, termasuk koordinasi antara kecamatan, kelurahan, perangkat wilayah, dan masyarakat.

  • Menumbuhkan budaya kerja sama dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pelayanan publik. 

Prinsip Paling SIIP juga sejalan dengan standar inovasi pelayanan publik yang dicanangkan dalam kebijakan pelayanan publik modern, di mana pelayanan dihadirkan secara dekat, cepat, dan mempermudah akses masyarakat atas layanan pemerintahan. 

Penutup

Inovasi Paling SIIP di Kecamatan Plaju menjadi contoh bahwa inovasi pelayanan publik tidak harus selalu berupa teknologi atau sistem digital yang kompleks, tetapi dapat juga melalui aktivitas sosial yang menguatkan nilai kebersamaan, partisipasi warga, dan efektivitas pelayanan di tingkat akar rumput.

FORCASI mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah Kecamatan Plaju dan berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi yang dapat direplikasi oleh kecamatan lain di seluruh Indonesia untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif, partisipatif, dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat.