FORUM CAMAT SELURUH INDONESIA

Membangun Sinergi Komunikasi Koordinasi Dalam Mengemban Tugas Kepamongprajaan Sebagai Abdi Negara dan Masyarakat

Artikel

Gerakan Jiwitan Si Manis Inovasi Gotong Royong untuk Menekan Angka Stunting di Kecamatan Maron

 

FORCASI — Gerakan Jiwitan Si Manis: Inovasi Gotong Royong untuk Menekan Angka Stunting di Kecamatan Maron

Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur — Pemerintah Kecamatan Maron menciptakan sebuah inovasi layanan publik berbasis gotong royong yang diberi nama “Gerakan Jiwitan Si Manis” sebagai langkah konkret dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana pendekatan sosial dan kultural dapat diintegrasikan ke dalam strategi pelayanan publik untuk mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks seperti stunting. 

 

Latar Belakang Inovasi

Stunting — kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kurang gizi kronis — merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak dalam penanganannya. Menyikapi hal ini, Camat Maron, Nurhafiva, melihat bahwa upaya formal saja tidak cukup tanpa adanya semangat kebersamaan dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat termasuk aparatur pemerintah sendiri. Dari situ lahirlah Gerakan Jiwitan Si Manis, sebuah inovasi yang mengadaptasi kearifan lokal jimpitan — tradisi gotong royong pengumpulan sumbangan sukarela untuk tujuan bersama — dalam konteks penanganan stunting. 

 

Konsep dan Mekanisme Gerakan

Gerakan ini menempatkan ide gotong royong menjadi pilar utama dalam mengatasi permasalahan stunting di masyarakat. Mekanisme pelaksanaannya adalah sebagai berikut: 

 

  1. Donasi Sukarela ASN
    Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Maron secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka. Donasi ini dikumpulkan setiap bulan, khususnya pada hari Jumat manis, dalam wadah sederhana seperti kaleng donasi yang ditempatkan di setiap ruangan kantor kecamatan.  
  2. Kolaborasi Lintas Sektor
    Gerakan ini tidak hanya melibatkan ASN, tetapi juga kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, pendamping sosial, dan pemerintah desa untuk menentukan keluarga sasaran yang benar-benar membutuhkan bantuan guna pemenuhan gizi anak.  
  3. Penyaluran Bantuan Gizi Tepat Sasaran
    Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada keluarga dengan balita yang terindikasi stunting, dengan tujuan meningkatkan asupan gizi dan kesejahteraan mereka secara nyata.  

Inovasi ini bukan sekadar pengumpulan dana; lebih dari itu, Gerakan Jiwitan Si Manis membangun budaya solidaritas sosial dalam penanganan isu kesehatan yang selama ini kerap menjadi tanggung jawab tunggal sektor kesehatan saja. 

 

Sinergi dengan Strategi Pembangunan Daerah

Inovasi ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Probolinggo, yang menempatkan penurunan angka stunting sebagai bagian dari indikator penting peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Melalui Gerakan Jiwitan Si Manis, visi tersebut dijalankan secara spasial di tingkat kecamatan dengan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan pelaksana program. 

 

Dampak dan Manfaat Inovasi

Inovasi ini memberikan manfaat strategis bagi masyarakat dan pemerintah wilayah, antara lain:

  • Penguatan kepedulian sosial di antara ASN dan masyarakat terhadap isu stunting.  
  • Pemberdayaan masyarakat lokal dengan memadukan budaya tradisional jimpitan ke dalam program pemberdayaan gizi keluarga.  
  • Intervensi gizi yang lebih tepat sasaran, karena bantuan langsung dialokasikan kepada keluarga yang ditentukan bersama oleh tim lintas sektor.  
  • Budaya gotong royong sebagai modal sosial untuk memperkuat ikatan kolektif dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.  

Walaupun kontribusi gerakan ini bukan solusi tunggal dalam menurunkan prevalensi stunting secara instan, setiap upaya kecil yang bersifat berkelanjutan memiliki dampak besar bagi kesejahteraan generasi masa depan. 

 

Pesan FORCASI

Forum Camat Seluruh Indonesia (FORCASI) mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Jiwitan Si Manis sebagai salah satu contoh praktik baik yang dapat menginspirasi kecamatan lain di seluruh Indonesia dalam menghadapi permasalahan sosial dan kesehatan masyarakat. Inovasi ini menunjukkan bahwa keterlibatan aparatur pemerintahan bersama masyarakat secara kreatif dan gotong royong dapat menjadi pendekatan efektif dalam layanan publik, terutama dalam isu yang membutuhkan kepedulian kolektif seperti stunting. 

FORCASI mendorong agar lebih banyak kecamatan mengadaptasi budaya lokal dan memobilisasi potensi komunitas dalam merancang solusi inovatif yang kontekstual dan berdampak.