FORCASI — Inovasi Responsif Camat Bara: Tiga Hari Keliling Wilayah Demi Lindungi Warga dari Dampak Sampah
Palopo, Sulawesi Selatan — Menyikapi meningkatnya keluhan masyarakat terkait masalah sampah rumah tangga di wilayah Kecamatan Bara, Kota Palopo, Camat Bara, Dewa Gau, S.Hut., mengambil langkah cepat dan strategis dengan melakukan turun langsung ke lapangan selama tiga hari berturut-turut. Langkah ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap kondisi lingkungan yang memprihatinkan akibat tingginya volume sampah paska perayaan Tahun Baru 2026 yang mulai menumpuk di lingkungan permukiman warga.
Latar Belakang Inovasi
Permasalahan sampah sudah menjadi isu serius yang mempengaruhi kualitas hidup warga di Kecamatan Bara, terutama setelah meningkatnya produksi sampah rumah tangga menjelang awal tahun. Rumah-rumah warga dilaporkan mengalami penumpukan sampah yang mulai membusuk, menimbulkan bau tidak sedap serta risiko kesehatan — terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Respons Cepat dan Aksi Lapangan
Sebagai bentuk kepemimpinan yang hadir langsung di tengah persoalan publik, Camat Bara memimpin kegiatan keliling wilayah selama tiga hari (2–4 Januari 2026) untuk:
-
Melakukan peninjauan langsung kondisi sampah di berbagai lokasi permukiman warga.
-
Memastikan penanganan sampah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi bersama para lurah, ketua RT/RW, dan masyarakat setempat.
-
Memperkuat koordinasi lintas unsur pemerintah desa dan warga untuk pembersihan serta pengangkutan sampah.
Dalam aksi tersebut, Camat Bara tidak hanya memantau keadaan, tetapi juga menciptakan momentum koordinasi bersama unsur wilayah untuk mempercepat penyelesaian persoalan yang telah berdampak langsung kepada kenyamanan dan kesehatan warga.
Kepemimpinan yang Dekat dengan Masyarakat
Pendekatan langsung seperti ini dinilai sangat penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah kecamatan tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga secara fisik ikut menangani persoalan yang dirasakan oleh masyarakat sehari-hari. Tokoh pemuda setempat, Irawan Hasan, mengungkapkan apresiasinya terhadap langkah Camat Bara:
“Kami mengapresiasi respons cepat Pak Camat Bara. Turun langsung ke lapangan menunjukkan kepedulian dan keseriusan pemerintah dalam melindungi warga dari dampak sampah.”
Komentar seperti ini mencerminkan bahwa kehadiran pemimpin di tengah persoalan warga dapat memberi rasa diperhatikan, memupuk kepercayaan publik, dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam penyelesaian permasalahan lingkungan.
Belajar untuk Solusi Jangka Panjang
Walaupun penanganan darurat terus dilakukan, Camat Bara menegaskan bahwa permasalahan sampah tidak dapat diatasi hanya dengan langkah sementara. Menurutnya, diperlukan upaya jangka panjang yang melibatkan:
-
Perbaikan sistem pengelolaan sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan.
-
Peningkatan frekuensi pengangkutan dan sistem penjemputan rutin.
-
Kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
-
Sinergi berkelanjutan antara pemerintah kecamatan, pemerintah kota, lurah, RT/RW, dan masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan saat ini, tetapi juga membangun kearifan kolektif dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pesan FORCASI: Kepemimpinan yang Responsif dan Partisipatif
Forum Camat Seluruh Indonesia (FORCASI) mengapresiasi langkah inovatif yang diambil oleh Camat Bara, yang menunjukkan bahwa kepemimpinan wilayah yang efektif adalah yang berorientasi pada tindakan nyata dan solusi bersama masyarakat.
Inovasi responsif seperti kegiatan keliling wilayah ini menjadi contoh bagi kecamatan lain bahwa persoalan lingkungan — seperti sampah — bukan hanya tugas dinas teknis, tetapi tanggung jawab bersama yang membutuhkan:
-
Kehadiran pemimpin di tengah persoalan publik.
-
Kolaborasi lintas unsur pemerintahan dan komunitas lokal.
-
Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Semangat kolaboratif ini sejalan dengan prinsip pelayanan publik FORCASI, yaitu pelayanan yang dekat dengan masyarakat, berorientasi pada solusi konkret, dan menguatkan sinergi lokal untuk kesejahteraan yang lebih luas.
Penutup
Kegiatan tiga hari keliling wilayah yang dilakukan oleh Camat Bara merupakan wujud nyata dari kepemimpinan yang responsif, proaktif, dan berpihak kepada masyarakat. Upaya ini menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu bersifat teknologi atau birokrasi, tetapi dapat lahir dari aksi nyata di lapangan yang menghadirkan pemerintah sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pengatur administratif.









